174 items | 1 visits
Kumpulan prosa ( cerpen, cerbung, cermin, novel)
Updated on Feb 03, 12
Created on Nov 18, 11
Category: Entertainment & Arts
URL:
"Tunggu aku disini," Ujarnya. Kemudian ia pergi. Aku hanya melihat bayangan punggungnya yang samar ketika menghilang dibalik belukar. Bayangan tersebut tetap menghantui perasaan diwaktu hari-hari sepi. Seperti hidup dan tetap tumbuh. Seperti mengalir bersama darah di tubuh. Senja yang sunyi. Kicau burungditepi belantara, merupakan rangkaian peristiwa pada saat kejadian tersebut berlangsung.
Naufal sudah tidak sabar, untuk menemui hari Minggu,
sekedar tahu saja, telah berhari-hari, bahkan berbulan-bulan dia
berkutat dengan buku pelajaran. Pelajaran sekolah yang diulang-ulang
membuat dirinya jenuh dengan aktivitas keseharian, belajar dan
At the end of the village is far from the bustle of the
city, lived a grandmother with two grandchildren. Every day my
grandmother looking for wood in the forest not far from his home. The
wood is taken grandmother, only sticks that fell, after dryi
Di ujung desa yang jauh dari keramaian kota, tinggalah
seorang nenek dengan kedua cucunya. Setiap hari nenek mencari kayu di
hutan yang tak jauh dari rumahnya. Kayu-kayu yang diambil nenek,
hanyalah ranting kayu yang berjatuhan, setelah mengering da
kriingg.... kriingg...
sudah sekian kalinya telfon berdering pagi ini...
sial! aku kesiangan lagi..
seperti inilah pagiku setiap pagi.
lalu di ikuti dengan rutinitas lainnya.
“ assalammualaikum pak haji”.
“hey,,,kau,,,berhutang 2 sapi padaku..waalaikumsalam”
“maaf pak haji saya masih belum punya daya apa-apa untuk hal ini……saya
butuh lebih banyak waktu,saya mohon ,sapi pak haji kan banyak,,,,saya
doakan semakin bertambah
“Dan apa yang dikatakannya?”.
“Dia menghela nafas panjang, aku menunggunya, aku berharap kebaikan
keluar dari mulutnya. Cukup lama kami mengunci diam. Sepi membuat detak
jarum jam dinding terdengar menggema, melengkapi kegelisahan di ruang
itu.
Ada ketukan di pintu sebelum suara salam yang lembut ku
dengar. Ku jawab salam itu dengan lembut pula sebelum ku bukakan pintu.
Aku tertegun saat aku menemukan wajah cantik tersenyum padaku. Aku
mengenalnya. Tapi aku tak percaya. Aku tak percaya kal
Hargailah Cinta
Kisah ini berawal saat aku masih duduk di SMP kelas 2, saat kebahagiaan datang padaku setiap hari. Saat masa kelas 2 ini hampir satu semester. Pada hari kamis tanggal 22 november 2008 jam 8 malam, aku tengah bermain ponselku sambil menonton TV. Tiba-tiba ada nomor yang tak kukenal menelfon, dengan penasaran aku mengangkatnya. “Halo… halo… maaf ini siapa ya?”.
Ketika matahari tlah dijemput sang bulan
Sedang kepakan ini belum jua terhenti
Kadang letih mendera namun bagai tak perduli kepakan semakin tinggi
Saat sang bulan tlah berdiri mengangkangi jagad ini
Bentangan kian lebar dan kepakan makin kuat
"resah" ucapku pada segumpal waktu yang menjelang dalam
sekelumit jedah malam menjelang subuh.
tengadahku kemudian pada semesta yang masih memperlihatkan warna
kelamnya, warna yang tercampur aduk pada kelam dan hitamnya nilai-nilai
norma yang terge
malam semakin menunjukkan taringnya, dengan tikaman
dingin yang menyentuh pundak dan kedua kakiku, yang tanpa alas,
melangkah menyusuri jalan setapak lembah. jalan yang sering kulalui,
ketika rembulan berubah warna menjadi merah saga. netraku menata
Ada lelaki bertanya dengan sedikit sinis yang aneh.
“Apa yang kau cintai dari dirinya? Dari sudut mana kau memandangnya? Apa
yang membuatnya begitu istimewa dimatamu? Sedang banyak lelaki yang
menilainya biasa, apakah matamu tak lagi tajam?”.
CACING TETAPLAH CACING
“Waw…, dunia permukaan memang selalu mengagumkan, mahakarya Tuhan yang
begitu indah”.
Tak ada keraguanku akanmu
Namun kesombongan mengukungku
Membuatku lupa akanmu
Lupa akan segala keindahanmu
Walau kuyakin semua untukmu, kelak
Batin berkata malu....... Kelak? Kelak kapan?
Nanti, nanti saat kau siap ku akan menjemputmu
Ku ‘kan data
Kau tahu Dik? Kau masih suara hatiku. Indahmu masih
menghiasi galeri-galeri kenangan dan imajiku. Merdumu masih
terngiang-ngiang di gendang kalbuku. Deras dan tenangnya arus aliran
waktu yang masih kerasan melintasi nafasku, masih hanyutkan dan
te
Pengantar koran pagi ini belum juga datang. Biasanya
pada jam-jam segini teriakan koran-koran yang khas dari pengantar koran
itu pasti sudah terdengar. Juga bunyi reyot sepeda pancalnya yang sudah
karatan itu.
Dinginnya udara saat itu menyelubungi sekujur tubuhku,
seakan terkelupas kulit ini dibuatnya, hembus angin menambah tercucuknya
pori pori ini membuatku menggigil, namun menyaksikan keindahan
pemandangan di hadapanku, serasa hilang segala rasa penat
Tak sengaja kutemukan sesuatu dari laci terbawah lemari
kayuku yang sudah usang, sebuah buku... ya sebuah buku yang
mengingatkanku akan dirimu. Di dalam buku terdapat beberapa lembar
catatan kecil tentangmu. Pikiranku menerawang memikirkan gerangan
Kuhampiri bangku terasku yang nampak berdebu,
kumanjakan punggung dan kaki kakiku disana setelah seharian menyusuri
jalan jalan kota. kumanjakan pula kedua mataku dengan terpejam beberapa
saat, dan bagian terbaik dari hari siangku ini adalah saat ku
174 items | 1 visits
Kumpulan prosa ( cerpen, cerbung, cermin, novel)
Updated on Feb 03, 12
Created on Nov 18, 11
Category: Entertainment & Arts
URL: