32 items | 1 visits
kategori sastra budaya
Updated on Jan 03, 14
Created on Apr 16, 10
Category: Cultures & Community
URL:
Posting agak lama di blog personal http://dwikisetiyawan.wordpress.com/2009/06/08/merangkai-kata-merajut-cerita/ namun masih relevan dengan kondisi kekinian:\n\nSalah satu keluhan seseorang tatkala saya masih mahasiswa dulu, dan aktif memberi materi pendidikan dasar (diksar) jurnalistik di kalangan siswa siswi beberapa SMA di Solo awal tahun 90-an, adalah masalah susahnya "menyambung" satu pokok pikiran ke pokok pikiran berikutnya menjadi suatu tulisan yang baik. Memang, ibaratnya sebuah tulisan itu sebuah rajutan, maka pilihan kata per kata dalam paragraf yang saling menyambung dengan paragraf lainnya sebagai benang merah dan pembentuk suatu kesatuan utuh sebuah tulisan adalah serpihan ornamennya. Dalam bahasa sederhana, yakni bagaimana kita mampu: Merangkai Kata, Merajut Cerita.\n\nApakah rajutan tulisan tersebut akan mendapatkan apresiasi dari pengunjung atau tidak, tergantung dari seberapa kemampuan perajut itu merangkai serpihan ornamen katanya menjadi rajutan tulisan indah yang sedap di pandang mata -suatu tulisan yang memiliki mutu tertentu. Serpihan-serpihan ornamen dimaksud bersumber dari racikan pengembaraan imajinasi, penangkapan gagasan, kedalaman kontemplasi, ketajaman intuisi dan kekayaan pengalaman kehidupan serta proses tiada henti penjelajahan pustaka.
SMP Negeri 179 Kalisari termasuk SMP Negeri unggulan di kawasan Cijantung-Kalisari dan sekitarnya. Peringkatnya beda tipis di bawah SMP Negeri 103 Cijantung. Yang jelas, keduanya masuk dalam Daftar SMP Standar Nasional (SSN) dari 29 SMP Negeri di Jakarta Timur. Perlu pembaca ketahui bahwa tidak semua SMP Negri yang ada di Jakarta masuk SSN.
Posting dari blog personal http://dwikisetiyawan.wordpress.com/2010/06/25/smp-negeri-179-kalisari-pasar-rebo-jakarta-timur/\n\nBeruntung kami tinggal di Kalisari Pasar Rebo Jakarta Timur. Di sekitar kawasan ini banyak terdapat SMP Negeri dan SMA Negeri yang cukup berkualitas. Sekolah-sekolah yang terdapat di kawasan ini antara lain: SMP Negeri 91, SMP Negeri 102, SMP Negeri 103, SMP Negeri 179, SMP Negeri 184, SMP Negeri 203, SMP Negeri 217, SMP Negeri 251, SMA Negeri 39, SMA Negeri 88 dan SMA Negeri 98.
Mutiara Kata Cinta kali ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya “Jalan Cinta” di blog ini. Sebagian besar Mutiara Kata yang termaktub di sini rasanya belum pernah saya temukan di situs lain. Pabila cocok dengan keinginan dan kebutuhan pembaca, silakan saja Mutiara Kata Cinta ini dikoleksi:
Linangan air mata yang meleleh di pipi para penonton sepak bola itu merefleksikan keadaan duka cita atau suka cita. Barangkali pembaca yang tengah asyik menonton tayangan dimaksud mengalami hal serupa. Fenomena ini saya namakan Air Mata Sepak Bola.
Nurul Hidayati: Bukan Perempuan Biasa di Detikcom. Posting lama di blog personal http://dwikisetiyawan.wordpress.com/2009/06/23/nurul-%E2%80%9Ckidang-alit%E2%80%9D-hidayati-bukan-perempuan-biasa-di-detikcom/\n\nPembaca yang ingin mengintip tulisan-tulisan ringan Nurul Hidayati, silakan kunjungi blognya http://orangdalam.blogdetik.com Salah satu posting pendek di blog tersebut, ia mengungkap hal yang berkaitan dengan tugas kejurnalistikan. Bertitel "Pelajaran Moral", ia tandaskan (bahwa wartawan): 1. Jangan terima amplop; 2. Jangan menulis dengan kebencian; 3. Jujur. kalau salah harus ralat. Kalau ambil dari lainnya (misal blog) harus sebut sumbernya. Tidak perlu mencuri jam; 4. paling enak jadi Ronin, pendekar tanpa tuan; dan 5. Jangan sombong.
Dilema 3 Hati Dua Cinta, Satu Dunia berkisar pada suatu pertarungan batin dua insan atas nama cinta di atas perbedaan agama. Sesungguhnya jurang perbedaan agama itu bagi yang melakoninya tidak ada masalah. Masalahnya sendiri datang dari pihak keluarga. Tantangan keras mengemuka. Dalam urusan cinta, memang tidak mudah untuk memenangkan ego masing-masing. Musti ada pilihan-pilihan yang acapkali sulit diputuskan. Disinilah puncak dari dilema 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta itu: engkau boleh memilih, namun tak mungkin dapat memiliki semuanya.
Dilema 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta. Posting baru (13/7/2010) di blog personal http://dwikisetiyawan.wordpress.com/2010/07/13/dilema-3-hati-dua-dunia-satu-cinta/\n\nCinta tidak mengetahui kedalaman maknanya… hingga tiba saatnya perpisahan. Manakala berpisah, entah untuk sementara atau selamanya, barulah kita menyadari akan hakikat cinta. Demi memilih jalan cinta, kadangkala perpisahan dua insan berlain jenis lantaran sedepa perbedaan terasa menyesakkan dada. Larik-larik kalimat pembuka tulisan ini, sangatlah tepat dan pas apabila kita sematkan untuk menggambarkan dilema yang dihadapi dalam film 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta. \n\n
Sebait pantun nampak sepele, akan tetapi saya berani bertaruh bahwa tidak setiap orang mampu membuatnya. Beberapa bait pantun yang tersaji berikut ini, akan saya tambah satu per satu sehingga cukup banyak koleksinya hingga jelang Idul Fitri mendatang. Harapan saya, Pantun Ramadhan kreasi sendiri ini cukup berkenan.
Warning FBI¹: Kisah Inge Menjuarai Kontes Terbesar, Terheboh dan Terpanas ini diperuntukkan bagi Kompasianer di atas usia 18 tahun. Apabila ada Kompasianer belum mencapai umur dimaksud, dan tengah tersesat membaca tulisan, silakan segera enyah dari Negeri Ngotjoleria ini. Sekali lagi kami ingatkan, sebelum agen-agen FBI mendeportasi anda!
Sepanjang bulan Agustus 2010, Kompasiana mengadakan beragam kegiatan online (online activity). Selain lomba Ramadhan “Puasa Dulu Baru Lebaran” (PDBL) yang sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu hingga lebaran nanti (dengan tambahan hadiah selain ponsel yang akan di-update dalam waktu dekat), ada dua lomba ngeblog baru dengan hadiah seru yang sayang kalau dilewatkan begitu saja.
Lauk Pauk Gratis Sepanjang Sahur Ramadhan? Pastilah anda menyangkal, “Ah, mana mungkin gratis. Kagak ada mendapatkan sesuatu gratis, kencing saja bayar!” Namun, boleh percaya atau tidak, begitulah pengalaman mengesankan masa kecil sebagaimana akan saya ceritakan berikut.
Antara Berzina, Korupsi dan Berdusta http://lomba.kompasiana.com/group/puasa-dulu-baru-lebaran/2010/09/02/antara-berzina-korupsi-dan-berdusta/\n\nSeorang laki-laki datang kepada kepada Nabi Muhammad saw dan meminta nasehat tantang bagaimana caranya menghentikan tiga kebiasaan buruk yang senantiasa mendera dirinya: berzina, korupsi, dan berdusta.
Sepotong Kayu untuk Tuhan http://lomba.kompasiana.com/group/puasa-dulu-baru-lebaran/2010/09/04/sepotong-kayu-untuk-tuhan/\n\nCerpen Sepotong Kayu untuk Tuhan rasanya merupakan paradoks dengan beberapa peristiwa yang senantiasa berulang di bulan Ramadhan ini. Di mana kita saksikan berita melalui media massa cetak maupun elektronika, tentang seseorang memberi suatu sumbangan atas nama agama kepada orang miskin secara demontratif. Yang terjadi kemudian, di samping terkesan pamer, tidak jarang demonstrasi sumbangan tersebut berakhir dengan ricuh. Tak jarang mengakibatkan jatuh korban sia-sia dari kalangan orang miskin. Sungguh kasihan benar nasib orang miskin…
32 items | 1 visits
kategori sastra budaya
Updated on Jan 03, 14
Created on Apr 16, 10
Category: Cultures & Community
URL: